Kamis, 29 Mei 2008

kehilangan mimpi

Kehilangan mimpi





Berpijak di air yang keruh

Bercermin pada warna kelabu

Terjebak dalam lumpur ketidakberdayaan

Yang menghisap sari-sari jiwa

Menyisakan sepotong nyawa tanpa cita



Dunia telah lama hilang warna

Yang tersisa hanya duka dan luka yang membiru

Bengkak, bernanah, menyebar bau anyir darah beku

Menyisakan pedih pada tubuh yang telah lama mati rasa

Mengubur mimpi yang telah dihancurkan takdir

Memenjarakan jiwa dalam jeruji keputusasaan

Jiwa kami telah lama kehilangan cahaya

Tiada lagi desiran semangat yang mampu membuatnya menyala

Hampa, kosong, berselaput kesunyian

Kami memang telah lama menyerah

Melepas kata pasrah dengan begitu mudah

Membiarkan diri terkunkung jerat ketidakberdayaan



Kami memang hanya sekumpulan pecundang

Yang tak punya hak untuk bermimpi

Kami telah lama kalah

Kami telah lama kehilangan mimpi

Kami hanyalah sekumpulan orang-orang terbuang

Yang tak berani lagi menggenggam mimpi

Bukannya kami tak mau

Hanya saja kami tak berani

Karena setiap mimpi yang kami miliki

Selalu kalian renggut dari tangan kami

Kamis, 22 Mei 2008

TERSAYAT RINDU


Secarik rindu kutebarkan di sela-sela angin yang bertiup

Biar berhembus menyeberangi segara

Menyampaikan salam jiwaku yang tersayat rindu

Biar kauhirup dan merasuk jiwamu yang murni

Biar kaurasa perihnya hati yang tengah merindu

Biar kautahu betapa berat kulewati hari-hari

Digelayuti rindu, dibebani rindu

Tiap menitnya, tiap detiknya

Hatiku semakin dalam tersayat rindu

Dipenuhi keingintahuan kapan rindu ini mencapai akhirnya

Perih, pedih, hati ini semakin luka

Tersayat rindu, teriris menjadi serpih kecil

Dipenuhi keingintahuan apakah kau mengalami luka yang sama..


Hati ini muak akan rindu yang semakin memenuhi rongga dada

Mengalir bersama darahku, menggelegak

Memenuhi tiap desir nafasku dengan sepercik rindu

Rindu tanpa ujung, rindu yang tak berbatas

Rindu yang memuakkan


Secarik rindu kutebarkan di sela-sela angin yang bertiup

Biar kau hirup dan kau rasakan

Betapa rindu begitu sesak dan menyiksa

Biar kau tahu bahwa rindu itu perih

Biar kau tahu bahwa rindu itu pedih

Biar kau tahu bahwa aku rindu













Beri aku ilmu


Aku haus

Haus akan ilmu

Ilmu..

Ilmu..

Jiwa ini dipenuhi dahaga, Dahaga akan ilmu

Ilmu..

Ilmu..

Pikiranku lapar, Lapar akan ilmu

Ilmu..

Ilmu..

Hidupku rindu, rindu akan ilmu

Beri aku ilmu Ya Tuhan

Untuk memenuhi dahaga ini

Untuk mengenyangkan jiwaku ini

Untuk menghapus rindu ini


Aku ingin ilmu

Ilmu yang menggelegak dalam mata air pengetahuan

Ilmu yang tak pernah kering

Aku ingin melahapnya, Sepuas hatiku

Menelan bulat-bulat

Lalu mencernanya

Merasakannya mengalir di pembuluh darahku

Menggelegak dalam otakku

Mendidihkan gelora keingintahuanku

Memuaikan kapasitas otakku

Lalu memuntahkannya

Dalam kepingan-kepingan ide

Menggenggamnya di sela jemariku

Lalu membaginya pada orang lain


Tuhan,

Sungguh aku haus akan Ilmu

Ku mohon berikanlah aku ilmu

Ilmu yang tak pernah kering

Ilmu yang mampu membuat setiap orang bahagia

Ilmu yang dapat membawa kedamaian


Wahai Sumber Segala Ilmu

Kumohon,

Berikanlah aku ilmu sebanyak yang mampu kuterima

Minggu, 13 April 2008

my family


tidak cukup kata untuk memperkenalkan mereka..
tidak cukup kata untuk bercerita tentang mereka..
tidak cukup kata untuk mengungkapkan betapa berartinya mereka..
tidak cukup kata untuk menyataka seberapa besar cinta mereka padaku..
begitu juga, tak cukup kata menjelaskan luasnya cintaku pada mereka..

tanpa mereka aku ada dalam ketiadaan..
tanpa mereka aku tiada dalam keberadaan..
tanpa mereka, aku tak punya lagi sayap untuk terbang..
tanpa mereka, aku tak punya rumah untuk pulang..
tanpa mereka, aku tak punya tempat untuk menjadi aku yang sesungguhnya..

mereka adalah sayapku untuk terbang menggapai cita-cita..
mereka adalah tumpuan saat aku mulai goyah..
mereka adalah rumahku untuk melepas penat..
mereka adalah bagian dariku, aku adalah bagian dari mereka
aku ada karena mereka ada..

bersama mereka selalu ada :
tawa, tangis, amarah, iri, kekaguman, dan Cinta
mereka adalah guru kehidupanku..
hidupku ada karena mereka hidup..
mereka membuatku merasakan hidup yang sehidup-hidupnya..
karena merekalah kehidupan itu sesungguhnya..

mereka adalah keluargaku
ibuku, ayahku, adik-adikku, kakekku, nenekku, belahan-belahan jiwaku
kepingan-kepingan penyusun hatiku..
yang mengajarkanku arti hidup..
karena merekalah kehidupan itu sesungguhnya..


mereka adalah bagian dariku, aku adalah bagian dari mereka
aku ada karena mereka ada..
karena merekalah arti keberadaan itu sesungguhnya..


;;